Matkul KEWARGANEGARAAN
ASTAGATRA DALAM BIDANG EKONOMI
1. Pengertian Astagatra
Hakekat
ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk
dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
Konsepsi dasar ketahanan nasional adalah Model AstaGatra
yang merupakan perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya
yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan
alam yang dapat dicapai menggunakan kemampuannya. Model ini menyimpulkan
adanya 8 unsur aspek kehidupan nasional :
Trigatra kehidupan alamiah
– Gatra letak dan kedudukan geografi
– Gatra keadaan dan kekayaan alam
– Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
Panca gatra kehidupan sosial
– Gatra ideologi
– Gatra politik
– Gatra ekonomi
– Gatra sosial budaya
– Gatra pertahanan keamanan
Tri
Gatra merupakan komponen strategi trigatra yaitu gatra geografi, sumber
kekayaan alam dan penduduk. sedangkan Panca Gatra merupakan gatra
ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Antara
Trigatra dan Pancagatra itu terdapat hubungan timbal balik yang erat
dinamakan hubungan (korelasi) dan ketergantungan (interdependensi). Trigatra dan Pancagatra merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh yang dinamakan ASTAGATRA.
2. Astagatra bidang Ekonomi
Bidang
ekonomi merupakan suatu bidang kegiatan manusia dalam rangka mencukup
kebutuhannya disamping alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Hal tersebut
dalam ilmu ekonomi menyangkut berbagai bidang antara lain permintaan,
penawaran, produksi, distribusi barang dan jasa. Bidang ekonomi tidak
bias dilepaskan dengan faktor-faktor lainnya yang saling berkaitan
perekonomian selain berkaitan dengan wilayah geografi suatu Negara, juga
sumber kekayaan alam, sumber daya manusia, cita-cita masyarakat yang
lazimnya disebut ideologi, akumulasi kekuatan, kekuasaan, serta
kebijaksanaan yang akan diterapkan dalam kegiatan distribusi dan
produksi, nilai sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan yang
memberikan jaminan lancarnya roda kegiatan ekonomi suatu bangsa.
Ekonomi
yang dijalankan oleh suatu Negara merupakan kekuatan nasional Negara
yang bersangkutan terlebih di era global yang sekarang ini. Bidang
ekonomi berperan langsung dalam upaya pemberian dan distribusi kebutuhan
warga Negara. Kemajuan pesat dibidang ekonomi tentu saja menjadikan
Negara yang bersangkutan tumbuh sebagai kekuatan dunia. Contoh jepang
dan cina.
Setiap
Negara memiliki sistem ekonomi dalam rangka mendukung kekuatan ekonomi
bangsanya. sistem ekonomi secara garis besar di kelompokkan menjadi dua
macam yaitu sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. Suatu
Negara dapat pula mengembangkan sistem ekonomi yang dianggap sebagai
cerminan dari nilai dan ideologi bangsa yang bersangkutan. Contoh,
bangsa Indonesia menyatakan sistem ekonomi pancasila yang bercorak
kekeluargaan.
a. Ketahanan Pada Aspek Ekonomi
Ketahanan
ekonomi adalah merupakan suatu kondisi dinamis kehidupan perekonomian
bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan, kekeuatan nasional dalam
menghadapi serta mengatasi segala tantangan dan dinamika perekonomian
baik yang datang dari dalam maupun dari luar Negara indoneia, dan secara
langsung maupun tidak langsung menjamin kelangsungan dan peningkatan
perekonomian bangsa dan Negara republik Indonesia yang telah diatur
berdasarkan UUD 1945.
Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi yang diinginkan memerlukan pembinaan berbagai hal, yaitu antara lain:
1) Sistem
ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemekmuran dan
kesejahteraan yang adil dan merata diseluruh wilayah Negara Indonesia,
melalui ekonomi kerakyatan serta menjamin kesinambungan pembangunan
nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara yang berdasarkan UUD
1945.
2) Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan diri dari:
a. Sistem
free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi yang
bermodal tinggi dan tidak memungkinkan berkembangnya ekonomi kerakyatan.
b. Sistem
etatisme, dalam arti Negara beserta aparatur ekonomi Negara bersifat
dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit
ekonomi diluar sektor Negara.
c. Pemusatan
kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang
merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.
3) Struktur
ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam
keselarasan dan keterpaduan antara sektor pertanian perindustrian serta
jasa.
4) Pembangunan
ekonomi, yang merupakan usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan
dibawah pengawasan anggota masyarakat, memotivasi dan mendorong peran
serta masyarakat secara aktif. Keterkaitan dan kemitraan antar para
pelaku dalam wadah kegiatan ekonomi, yaitu pemerintah, badan usaha milik
Negara, koperasi badan usaha swasta, dan sektor informal harus
diusahakan demi mewujudkan pertumbuhan, pemerataan dan stabilitas
ekonomi.
5) Pemerataan
pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasilnya senantiasa dilaksanakan
dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antar
wilayah dan antar sektor.
6) Kemampuan
bersaing harus di tumbuhkan secara sehat dan dinamis untuk
mempertahankan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian
perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber
daya nasional secara optimal serta sarana iptek yang tepat guna dalam
menghadapi setiap permasalahan, dan dengan tetap memperhatikan
kesempatan kerja.
Ketahanan
ekonomi yang hakikatnya merupakan suatu kondisi kehidupan perekonomian
bangsa berlandaskan UUD 1945 dan dasar filosofi pancasila, yang
menekankan keejahteraan bersama, dan mampu memelihara stabilitas ekonomi
yang sehat dan dinamis serta menciptakan kemandirian perekonomian
nasional dengan daya saing yang tinggi.
SUMBER :




